KARTU66 , PDIP Bandingkan Sikap Prabowo dan Megawati Terkait Jet Sukhoi Halangi Penerbangan - Tiga pesawat tempur Sukhoi disebut menghalangi pesawat yang ditumpangi calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat akan melakukan kampanye terbuka di Purwokerto pada Senin 1 April.
Pernyataan itu pertama kali terlontar
dari cuitan Mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Johannes Surya Prabowo
melalui akun twitternya. Terkait tudingan itu, Sekjen PDI Perjuangan
Hasto Kristiyanto menganggap tudingan JS Prabowo sebagai tuduhan serius.
Menurut dia, kubu Prabowo semakin terdorong untuk
melontarkan berbagai macam tuduhan lantaran hasil survei selalu
mengunggulkan Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.
"Semua skenario kalap akibat survei Prabowo-Sandi yang
semakin tertekan. Mereka biasa menghalalkan segala cara, dimulai hoaks,
fitnah, skenario curang, politisasi agama, hingga teori konspirasi
buta," ujar Hasto melalui sebuah pernyataan tertulis, Jum’at (5/4/2019).
Dia menjelaskan, tidak ada sama sekali pesawat jet tempur Sukhoi
yang sengaja menghalangi Prabowo. Saat itu. Berdasarkan penjelasan
pihak TNI, saat itu memang ada pesawat lain yang akan mendarat ketika
pesawat Prabowo akan lepas landas. Penerbangan pun murni ditunda atas
alasan keselamatan.
Karenanya, Hasto mengganggap Prabowo
sangat berbeda dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Sebab,
hal serupa pernah terjadi pada Megawati saat akan berangkat ke Cirebon
melalui Bandara Halim, Kamis, 4 April 2019 kemarin.
"Pesawat Ibu Megawati sempat tertunda 23 menit karena
takeoff-landing Sukhoi. Ibu Megawati pun dengan sabar menerima hal
tersebut, mengingat Halim memang menjadi pangkalan pesawat militer,"
tukas dia.
Hasto menambahkan, ia melihat bahwa kubu Prabowo sama
emosionalnya dengan capres yang diusung. Ia pun yakin publik bisa
menilai sendiri bagaimana emosionalnya sosok Prabowo.
Menurutnya, penampilan Prabowo saat debat capres terakhir
adalah salah satu contohnya. Karena tidak bisa menerima pemahaman Jokowi
tentang politik pertahanan, emosi Prabowo pun terpancing.
"Hal tak terpuji pun ditampilkan ketika tertawa saja
dilarang, hanya karena Pak Jokowi tampil lebih percaya diri dalam
membangun kebanggaan terhadap TNI.
"Ketika Pak Jokowi mampu mengungguli seluruh gagasan
politik pertahanan Pak Prabowo yang terlihat usang dan ketinggalan
jaman, maka disitulah pecutan emosi itu terjadi. Demikian halnya
pernyataan Pak Jokowi yang lebih memercayai sepenuhnya institusi TNI,
ternyata menjebol ambang batas emosi Pak Prabowo,” ia mengakhiri. Selanjutnya Klik Di Sini...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar